Pengembangan dari penerapan literasi dan numerasi di sekolah adalah upaya untuk meningkatkan kecerdasan anak bangsa.

Pelatihan LINUMERATIF Gugus III Poto Tano

Sekolah kini menjadi lembaga pendidikan yang diwajibkan mengembangkan dan menerapkan literasi dan numerasi. Program LINUMERATIF menjadi program yang bertujuan menghubungkan tingka kemampuan dasar siswa kelas awal (rendah) sekolah dasar dengan aspek peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah terhadap kualitas penerapan pembelajaran dan penilaian berbasis literasi dan numerasi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pelatihan literasi dan numerasi yang dikembangkan dan didampingi oleh program INOVASI bersama Edukasi 101 kepada para guru dan kepala sekolah, membagi program ini menjadi 3 modul.

Kegiatan Penilaian TKD siswa SDN Tebo

Pada tahap modul pertama yang dikembangkan berisi tentang Penilaian Pembelajaran Literasi dan Numerasi untuk para guru kelas rendah khususnya pada SD Negeri Tebo Gugus III Kecamatan Poto Tano diharapkan meningkatnya keterampilan guru kelas rendah dalam proses penilaian pembelajaran literasi dan numerasi. Dalam hal ini diterapkannya proses penilaian TKD (Test Kemampuan Dasar). Selain untuk guru kelas rendah, para pengawas dan kepala sekolah juga diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pengelolaan penilain literasi dan numeratif yang dilakukan oleh para guru kelas rendah tersebut.

Tahap selanjutnya modul kedua. Pada tahapan ini, selain kaji ulang penerapan modul 1, fokusnya ada pada bagaimana menerapkan literasi dan numerasi di kelas. Kepala sekolah dan pengawas mendapatkanpelatihan terpisah sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk memastikan  penerapan. Para kepala sekolah mendapat pelatihan peningkatan kapasistas kepeminpinan pembelajaran literasi dan numenarsi dasar. Sementara itu, para guru juga mendapatkan pelatihan tentang Pembelajaran Literasi dan Numerasi Inovatif.

Rapat Pembentukan Paguyuban SDN Tebo
Kegiatan Paguyuban Kelas Di SDN Tebo

Untuk memperkuat implementasi dari materi yang sudah diberikan pada pelatihan sebelumnya yakni modul 1 pelatihan yaitu Paguyuban Kelas yang beranggotakan orang tua murid untuk masing-masing kelas yang dibentuk oleh kepala sekolah dibantu oleh guru pun sudah menunjukkan peran dan fungsinya sebagai mitra sekolah dalam pengembangan sekolah. Orang tua murid dalam paguyuban kelas tersebut secara aktif membantu sekolah, khususnya kelas di mana anak mereka belajar dengan membantu dalam segala bentuk proses dan kegiatan yang menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak mereka.

Selanjutnya tahap 3 pelatihan adalah dengan menggunakan modul ketiga. Pada modul 3 ini juga diawali dengan mengkaji ulang kembali penerapan modul 2. Peningkatan kapasitas dan kualitas guru kelas rendah dalam pembelajaran literasi dan numerasi dengan membuat alat peraga sederhana dan alat peraga mengajar, materi quantum writer dengan mengenalkan praktik penulisan yang baik ke dalam buku, kemudian bagaimana cara mendokumentasikan praktik baik penerapan pembelajaran dan penilaian literasi numerasi juga cara mempublikasikan penerapan pembelajaran dan penilaian linumeratif dengan membuat blog di internet.

Latihan Quantum Writer Guru Kelas Rendah
di Gugus III Poto Tano

Dari hasil penerapan pelatihan ketiga modul tersebut diharapkan dapat memberikan peningkatan kapasitas pembelajaran, kualitas penilaian serta akses informasi berbasis literasi dan numerasi. Sehingga kemudian memberikan perubahan pada kinerja guru dan juga memberikan perubahan hasil pembelajaran yang lebih baik lagi.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started